Quanta Plus
Aplikasi untuk membuat web, atau scripting lainnya. Beberapa kelebihanya antara lain:
- Mendukung berbagai macam highlight bahasa, PHP, Ruby, C/C++, HTML, CSS, Python, Java dan seterusnya, terserah apa yang ada dibenakmu
- Punya Code Folding, seingatku tidak banyak editor yang bisa menyediakan fitur semacam ini, kecuali editor sebangsa eclipse(yang berat itu)
- Line numbering, terakhir kali mencoba eclipse(kalau tidak salah masih versi 3.2.1, itu PDT sih), belum mampu mendukung dynamic line numbering bersamaan dengan dynamic word wrapping
- Mendukung project manajemen, jadi mudah meski banyak proyek berlainan tidak tumpang tindih
- Pluggable, menyediakan mekanisme fungsi tambahan lewat plugin, seperti plugin subversion (lewat KDE_SVN, sejujurnya saya juga belum eksplorasi lebih lewat Quanta, masih lebih suka lewat konsol biasa, lebih afdol
Minusnya, lumayan sering crash bila autocomplete-nya diaktifkan dan kode PHP+HTMLku cukup rumit
Yakuake
Konsole keren di KDE, katanya mirip terminal emulator di game Quake, seingatku tidak pernah ada panel atau terminal sebangsanya waktu aku main game itu, CMIIW.
Fungsi dan kemampuan tidak jauh beda dengan konsole(terminal milik KDE), bahkan settingan konsole bisa digunakan di Yakuake ini.
Selain itu, terminal ini tidak memakan tempat di taskbar, karena bisa bersembunyi ke bagian atas desktop, dan bisa dipanggil sewaktu-waktu lewat kombinasi shorcut keyboard pilihan kita.
XMMS
Whaa, ini dia, dunia tidak ramai kalau tidak ada aplikasi yang satu ini. Iya, iya..aku dengar itu, meski kuno aplikasi ini performa dengan kualitas suaranya paling bisa diandalkan di Linux.
Equalizernya berjalan baik, kecuali pada file-file ogg, equalizernya tidak berfungsi sama sekali, haa, aneh juga, entah kenapa bisa begitu
.
Hal yang paling menarik adalah adanya plugin crossfade, telingaku sakit kalau tidak ada plugin yang satu ini, masuk perlahan dan selesai perlahan, halus di telinga, coba di player lain, click yang mengganggu itu yang ada
Pidgin
Media chat yang satu selalu aku pakai buat komunikasi antar temen jauh, bisa berbagai macam protokol dan mudah digunakan. Tapi sayang, tidak semua protokol didukung dengan maksimal.
Perambah, pilih yang mana ya, Firefox, Konqueror atau Seamonkey?
Secara umum ketiga-tiganya saling melengkapi. Firefox menarik karena dukungan bagi pengembangan web bisa dikatakan paling lengkap diantara perambah-perambah yang ada. Mulai dari theme, berbagai macam ekstensi, baik untuk menambah fungsionalitasnya seperti RSS reader, downloader, torrent, juga ekstensi pengembangan web, seperti LiveHTTPHeader, Firebug, Web Development, dan lain sebagainya. Hal yang sering saya banggakan dengan perambah satu ini adalah kemampuannya untuk menampilkan kode sumber HTML yang terhighlight dan dengan bantuan ekstensi terstentu saya bisa mendeteksi kesalahan HTML/CSS/Javascript dengan cepat.
Tapi ada masalah kecil yang terasa cukup menggangguku, Firefox selalu memakai bandwidthku secara diam-diam ketika aku terkoneksi ke internet, dengan netstat aku mendapatkan alamat ini 216.239.51.91(salah satu dari server google), entah update apa yang dilakukannya.
Konqueror lebih berdaya guna karena multifungsi, bisa sebagai perambah juga bisa sebagai pengelola berkas, penampil gambar secara internal, dan sebagainya, meski dalam waktu dekat perambah ini hanya akan dijagokan sebagai perambah saja, fungsi manajemen berkas akan digantikan oleh adiknya dolphin. Hal yang kurang saya senangi dengan perambah satu ini adalah lambatnya pemanggilan editor penampil teks bila saya ingin melihat kode sumber HTML yang sedang saya kerjakan.
Seamonkey, browser ini dulunya bernama netscape navigator, karena alasan terntentu akhirnya berubah nama menjadi seamonkey. Sebenarnya seamonkey sendiri adalah nama paket aplikasi yang terdiri dari browser, chat dan e-mail milik Mozilla Foundation, pemilik Firefox juga.
Perbedaannya dengan Firefox adalah, perambah ini terasa lebih cepat dari pada Firefox ketika memuat halaman web, tapi mungkin juga hal ini disebabkan karena Firefox yang saya gunakan lumayan penuh dengan plugin tambahan. Hal yang menyenangkan adalah perambah ini tidak melakukan pencurian bandwidth seperti apa yang Firefox lakukan.
Penampil kode sumbernya pun tidak jauh berbeda dengan Firefox. Tetapi dalam distribusi openSUSE yang saya gunakan, penampil teks milik seamonkey ini ternyata ada dalam paket rpm terpisah dari perambahnya, yaitu paket seamonkey-dom-inspector.
Sepertinya saya akan pilih ketiganya-tiganya
.
GIMP
Ini dia pengganti Photosup. Secara umum fasilitas yang dibutuhkan untuk membuat atau memanipulasi gambar sudah lengkap, hanya saja mungkin antarmukanya yang terasa kurang intuitif. Tapi bukan berarti aplikasi ini tak layak pakai lho, buktinya beberapa templat web dan gambar yang aku buat hasil manipulasi aplikasi ini. Awal-awalnya memang agak terasa susah menggunakannya, tetapi lambat laun sudah bukan masalah lagi.
Yang paling penting dalam memakai GIMP adalah kemampuan menggambar(memanipulasi) yang baik, paham akan warna, tahu akan kenapa(selecting, cutting, layering, masking, dst), dan hasilnya tidak akan jauh dari harapan Anda.
Inkscape

Hmm, ini dia jagoan baru saya. Aplikasi ini sangat mudah digunakan untuk membuat gambar vector, tidak kalah dengan freehand(saya malah tidak begitu lancar pakai aplikasi satu itu, jarang pegang mungkin ya). Salah satu hasilnya adalah catto, kucing biru hasil contekan gambar di suatu majalah anime jepang (**iya maaf, saya belum paham benar bagaimana menggambar anatomi tubuh kucing dengan baik soalnya
**)
Ya, mungkin itu aja ya, kalau Anda ada masukan silahkan saja 
NB: Kalau Anda ingin mendapatkan aplikasi yang sama, Anda bisa mencoba mencari lewat rpm find atau pbone.
Komentar Terakhir